Risk appetite kembali hadir di pasar kemarin setelah berita positif mengenai vaksin Covid-19

Risk appetite kembali hadir di pasar kemarin setelah berita positif mengenai vaksin Covid-19 mendorong pasar saham dan mata uang komoditas menguat, menekan dollar AS ke level terendah satu bulan. Perusahaan AS Moderna telah menghasilkan vaksin COVID-19 eksperimental yang memicu respon kekebalan pada semua 45 sukarelawan, mengangkat sentimen risk appetite. Dollar semakin tertekan ketika mata uang euro melanjutkan reli mendekati harga tertinggi bulan Mei di kisaran 1.150 di tengah harapan bahwa Uni Eropa akan menyepakati paket bantuan virus coronan dalam pertemuan Uni Eropa akhir minggu ini. Namun, masih ada kekhawatiran dengan memburuknya ketegangan AS-China dan gelombang kedua virus corona di AS. Florida melaporkan 133 ribu jumlah infeksi Covid-19, dengan kematian mencapai lebih dari 4500 jiwa. Indeks dollar melemah 0,2% menjadi 95,96.

Dollar Kanada (loonie) menguat atas dollar AS setelah BoC meeting yang mempertahankan kebijakan dan mengatakan bahwa penurunan ekonomi tidak seburuk yang ditakutkan. BoC tetap mempertahankan suku bunga di 0,25% dan tetap akan mempertahankannya hingga tahun 2023. BoC juga tetap melanjutkan program pembelan obligasi. USD/CAD turun 0,73% menjadi C$1.3512, terendah sejak 9 Juli.

Harga emas bertahan di atas $ 1.800 per ounce di tengah lonjakan kasus virus corona dan ketegangan baru AS-Cina yang mendorong permintaan safe-haven, tetapi reli di saham membatasi kenaikan. Emas berjangka AS menguat 40 sen menjadi $ 1.813,80, sementara harga emas spot naik 0,19% menjadi $ 1,810.89. Sementara itu, Wall Street menguat berkat perkembangan positif dari penemuan vaksin virus corona. Indeks Dow Jones menguat 0.7%, S&P 500 naik 0.86%, dan Nasdaq juga naik 0.61%.

Harga minyak menguat kemarin setelah data bullish dari Energy Information Administration (EIA), bahkan ketika OPEC+ sepakat untuk megurangi pemangkasan produksi mulai bulan depan. Dalam laporannya kemarin, EIA menyebutkan bahwa cadangan minyak domesstik turun 7,5 juta barel minggu lalu. Angka tersebut lebih besar dari perkiraan penurunan 2,1 juta barel. Pada hari Selasa American Petroleum Institute (API) juga melaporkan turunnya cadangan sebesar 8,3 juta barel. Data EIA tersebut mampu mengimbangi berita dari pertemuan OPEC+, yang berencana akan mengurangi pemangkasan produksinya bulan depan. Dalam rapatnya kemarin, OPEC+ akan mengurangi rekor pemangkasan produksi 9,7 juta bph menjadi 7,7 juta bph mulai Agustus hingga akhir tahun ini di tengah tanda-tanda pemulihan di pasar minyak. Harga minyak WTI menguat 2,3% menjadi $41,20, sementara minyak Brent menguat 2,2% menjadi $43,79.

Saham Asia bergerak mendatar di awal perdagangan hari ini. Pelaku pasar tengah menunggu rilis data ekonomi China, yang diperkirakan tumbuh 2,2% di kuartal 2, setelah terkontraksi 6,8% di kuartal pertama. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,32% sementara Kospi Korea Selatan turun 0,17%. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang diperdagangkan 0,08% lebih rendah.

Fokus Hari ini: PDB China & ECB Meeting
Australia pagi ini akan merilis data ketenagakerjaan, kemudian disusul China yang akan merilis data PDB, yang diperkirakan tumbuh 2,2%. Kedua data tersebut akan berpengaruh bagi pergerakan pasar di Asia, khususnya AUD/USD, yang sensitif atas data dalam negeri dan China. Setelah itu, pasar akan fokus pada ECB meeting, yang diperkirakan tetap mempertahankan kebijakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*