Sempat Naik, Pound Inggris Berakhir Flat

Dolar Turun Menjelang Data Ketenagakerjaan & Lemahnya Data AS

Dolar Amerika Serikat (AS) jatuh ke level terendah dalam lebih dari tiga minggu atas mata uang utama lainnya pada hari Selasa, di tengah penantian investor terhadap data ketenagakerjaan AS akhir pekan ini, untuk mencerna mengenai arah kebijakan moneter The Fed. Greenback berusaha pulih dari penurunan ketika Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan di Jackson Hole pada hari Jumat bahwa tapering dapat dimulai tahun ini, tetapi bank sentral tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga. Dolar AS sempat memangkas sebagian penurunannya setelah indeks S&PƒCS Composite-20 HPI yƒy, naik pada Juni dari tahun sebelumnya pada rekor tercepat. Namun, dolar kembali tertekan setelah data PMI Chicago yang diriilis lebih rendah dari perkiraan di Agustus, serta data consumer consumer confidence, yang juga turun meleset jauh dari perkiraan. Indeks dolar AS melemah 0,01% pada kisaran 92,64.

Sempat Naik ke Level Tertinggi 2 Minggu, Pound Inggris Berakhir Flat

Poundsterling bergerak mendatar atas dolar AS pada hari Selasa, setelah sempat mencapai tertinggi dua minggu karena pelemahan dolar AS setelah pernyataan Powell di simposium Jackson Hole Jumat lalu. Namun, dolar berhasil pulih dari penurunannya, mengikis penguatan pound sehingga pound hanya bergerak flat pada kisaran di $1,3755 . Terhadap euro, pound juga flat di 85,77 pence.

Emas Menguat Berkat Pelemahan Dolar AS, Fokus ke NFP AS

Harga emas menguat pada hari Selasa berkat pelemahan dolar AS. Namun, kenaikan emas tertahan karena investor bersikap waspada menjelang data non-farm payroll (NFP) AS bulan Agustus, yang akan dirilis akhir pekan ini. Spot gold naik 0,2% pada $1,814,42 per ons. Indeks dolar turun ke level terendah lebih dari tiga minggu, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang non-dolar AS.

Minyak Catatkan Penurunan Bulanan di Agustus

Harga minyak melemah turun 1% pada hari Selasa dan membukukan kerugian bulanan pertama sejak Maret. Penurunan harga dipicu oleh lemahnya perkiraan permintaan setelah Badai Ida menutup kilang minyak di Teluk Meksiko AS. Minyak Brent turun 0,6%, menjadi US$ 72,99 per barel, sementara WTI AS melemah 1% menjadi US$ 68,50 per barel. Kedua jenis minyak tersebut membukukan kerugian bulanan pertama mereka sejak Maret, meskipun tidak jauh dari level tertinggi Juli. Brent jatuh 4%, sementara WTI ambles 7% sepanjang bulan Agustus. Badai Ida, yang mendarat di AS pada hari Minggu sebagai badai Kategori 4, merobohkan setidaknya 94% produksi minyak dan gas lepas pantai Teluk Meksiko dan menyebabkan kerusakan “bencana” pada jaringan listrik Louisiana. Harga tertekan oleh kekhawatiran bahwa pemadaman listrik dan banjir di Louisiana setelah Badai Ida akan memangkas permintaan minyak mentah dari kilang.

Meski Terkoreksi, Wall Street Catatkan Penguatan Bulanan di Agustus

Tiga indeks utama Wall Street melemah pada hari Selasa, namun masih mencatatkan penguatan di bulan Agustus. Indeks Dow Jones melemah 0,11%, S&P 500 turun 0,13% Nasdaq jatuh 0,04%. Kinerja indeks Wall Street di bulan Agustus cukup bagus berkat komentar dovish The Fed. Indeks S&P berhasil menguat 2,9% pada Agustus. Sementara indeks Dow Jones dan Nasdaq masing-masing naik 1,2% dan 4%, sejak akhir Juli.

Fokus Hari ini: PDB Australia, PMI Global, ADP AS & OPEC+ Meeting

Australia pagi ini akan merilis data PDB, yang diperkirakan tumbuh 0,5% pada Q2. Disusul data manufacturing PMI China versi Caixing. Hari ini juga akan dirilis PMI manufacturing global. Kemudian ada data ADP non-farm employment change AS, yang diperkirakan menunjukkan penambahan pekerjaan 640 ribu. OPEC+ hari ini juga dijadwalkan akan menggelar pertemuan untuk membahas kuota produksi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*