Sentimen Risk On Masih Bebani Dolar AS

Dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di dekat posisi terendah dua minggu pada hari Senin, karena optimisme tentang peluncuran vaksin COVID-19 dan paket stimulus AS senilai $ 1,9 triliun, telah mendorong sentimen risk-on. Mata uang komoditas menguat, dengan rand Afrika Selatan menyentuh level tertinggi satu tahun. Crown Norwegia dan dolar Australia mencapai level tertinggi dalam tiga minggu terhadap greenback. Banyak pasar keuangan di Asia masih tutup pada hari Senin untuk perayaan Tahun Baru Imlek, sementara pasar di AS tutup untuk President Day. Indeks dolar turun 0,1%, mendekati level terendah minggu lalu di 90,249 – level terendah sejak 27 Januari. Analis mengatakan bahwa bisa melemah lebih lanjut jika optimisme pasar bertahan. Spekulan mempertahankan posisi short dolar mereka, dengan posisi short bersih berada di $29,53 miliar.
Poundsterling Tembus $1.3900 Berkat Keberhasilan Vaksinasi
Pound Inggris menembus $1,39 untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun, dibantu oleh ekspektasi bahwa keberhasilan program vaksinasi COVID-19 Inggris dapat memungkinkan dibukanya kembali perekonomian dan bisa pulih. PM Inggris Boris Johnson akan menilai minggu ini seberapa cepat Inggris dapat keluar dari lockdown COVID-19, setelah memvaksinasi 15.300 juta orang dengan dosis pertama.
Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS Tekan Emas
Harga emas spot ditutup melemah, tertekan oleh kenaikan imbal hasil US Treasury yang berada di level tertinggi hampir dalam 11 bulan. Tekanan bagi harga emas juga terjadi setelah bursa saham global mencapai rekor baru di awal pekan ini. Emas spot melemah 0,3% menjadi US$ 1.818,86, sementara emas berjangka AS juga turun 0,2% menjadi US$ 1.818,90 per ons troi.
Minyak Naik ke Level Tertinggi 13 Bulan
Harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam sekitar 13 bulan pada hari Senin karena harapan peluncuran vaksin bisa menghidupkan kembali permintaan, serta adanya pengekangan produksi dari para produsen minyak. Minyak mentah Brent menguat 1,1%, menjadi $63,13 per barel, setelah mencapai level tertinggi harian di $63,76, tertinggi sejak 22 Januari tahun lalu. Sementara WTI AS naik 1,1%, menjadi $60,10 setelah menyentuh $ 60,95, tertinggi sejak 8 Januari tahun lalu. Harga minyak telah reli selama beberapa pekan terakhir berkat pengetatan pasokan, sebagian besar karena pengurangan produksi dari OPEC dan produsen lainnya, dalam kelompok OPEC+. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah mendorong pelaksanaan legislatif besar pertama masa jabatannya, untuk mendapatkan restu guna memperlancar rencana bantuan virus corona senilai US$ 1,9 triliun.

Nikkei Tembus 30 Ribu Berkat Solidnya Perekonomian Jepang
Bursa saham AS tutup kemarin dalam perayaan President Day. Sementara di Asia, pasar saham di China juga tutup untuk perayaan Tahun Baru Imlek. Sementara di Jepang, Indeks Nikkei berhasil naik di atas level
30.000 untuk pertama kalinya dalam lebih dari 30 tahun pada hari Senin, karena mendapatkan kembali momentum yang hilang selama beberapa dekade mengalami stagnasi ekonomi.

Fokus Hari ini : RBA Minutes PDB Zona Euro & ZEW Jerman
Setelah RBA minutes, fokus pasar hari ini akan tertuju pada data data PDB kuartal IV-2020. Pandemi Covid- 19 telah mengakibatkan perubahan besar dalam perekonomian, dengan pembacaan PDB masing-masing sebesar minus 12,1% di Q2 dan tumbuh 12,6% di Q3 tahun 2020. Perekonomian diperkirakan akan flat di Q4, dengan perkiraan minus 0,7%. Masih di Eropa, ada data ZEW Jerman.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*