Sterling Anjlok Pasca BoE Meeting

pound
Dolar AS Menguat Setelah Tapering The Fed

Dolar Amerika Serikat (AS) naik pada hari Kamis karena investor mengatur ulang ekspektasi kebijakan moneter setelah Federal Reserve menegaskan kembali bahwa inflasi yang tinggi hanya sementara dan BoE yang tidak memberikan sinyal kenaikan suku bunga. Dalam rapatnya minggu ini, The Fed mengumumkan tapering sebesar $15 miliar dari $120 miliar dalam pembelian aset bulanan. Namun, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan dia tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga. Juga pada hari Rabu, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mematahkan ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga dan mengatakan sangat tidak mungkin langkah seperti itu akan terjadi pada tahun 2022. Indeks dolar sempat turun ke level di 93,80 setelah pengumuman The Fed, namun kembali naik ke 94.327 hari Kamis.

Sterling Anjlok Pasca BoE Meeting

Sterling anjlok setelah dalam rapatnyanya kemarin setelah Bank of England (BoE) tetap mempertahankan suku bunga. Kurangnya BoE dalam menyampaikan pesan pemangkasan suku bunga membuat sterling jatuh, di mana sebelumnya unggul atas dolar AS setelah rapat The Fed. Sebagian besar anggota MPC masih menunggu lebih banyak data ketenagakerjaan. Pair GBPƒUSD turun 1,33% ke $ 1,3502, level terendah sejak 1 Oktober, meski BoE tetap mempertahankan prospek pengetatan kebijakan moneter.

Emas Melonjak 1% Pasca BoE Tidak Hawkish

Harga emas melonjak 1% hari Kamis setelah The Fed mengindikasikan akan bersabar untuk menaikkan suku bunga dan Bank of England menentang ekspektasi kebijakan yang lebih hawkish. Harga emas spot naik 1,7% menjadi US$1.793 per ons, setelah menyentuh level terendah tiga minggu pada hari Rabu. Kebijakan moneter longgar telah membantu mendorong emas naik tajam sejak krisis keuangan akhir 2000-an.

Minyak Jatuh Karena Saudi

Harga minyak merosot hari Kamis setelah laporan bahwa produksi minyak Arab Saudi akan segera melampaui 10 juta bph untuk pertama kalinya sejak awal pandemi. Berita tersebut, dari TV Al Arabiya milik Saudi, muncul setelah rapat OPEC+ yang tetap berpegang pada peningkatan produksi yang telah disepakati sebelumnya. Brent turun 1,8%, menjadi $80,54 dan WTI AS turun 2,5%, menjadi $78,81. Pangeran Abdulaziz bin Salman, Menteri Energi Arab Saudi, mengungkapkan stok minyak negaranya juga meningkat karena konsumsi yang menurun akibat pandemi virus corona. Sementara itu, dalam rapatnya kemarin, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang secara dikenal sebagai OPEC+, sepakat untuk tetap berpegang pada rencana untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 400.000 barel per hari (bph) setiap bulan, meskipun ada seruan dari AS untuk pasokan tambahan ke pasar.

S&P 500 & Nasdaq Menguat, Dow Jones Koreksi

Dua indeks utama Wall Street, yaitu S&P 500 dan Nasdaq menguat hari Kamis setelah saham pembuat chip melonjak mengikuti perkiraan keuangan Qualcomm yang kuat dan investor mencerna keputusan Federal Reserve untuk mulai mengurangi pembelian obligasi bulanannya. Namun, indeks Dow Jones turun tipis, terbebani penurunan saham bank JPMorgan Chase & Co dan Goldman Sachs Group.

Fokus Hari Ini: Data Ketenagakerjaan AS

Setelah kemarin disibukkan oleh agenda bank sentral, hari ini pelaku pasar akan fokus pada data ketenagakerjaan AS di bulan Oktober. Data tersebut meliputi; average hourly earning, yang diperkirakan tumbuh 0,4%, lebih lambat dari pertumbuhan 0,6% di bulan September. Kemudian tingkat pengangguran, yang diperkirakan turun menjadi 4,7%. Terakhir, Non-farm payroll, yang diperkirakan tumbuh 455 ribu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*