Sterling Naik ke Level Tertinggi 2 Minggu Berkat Penurunan Infeksi Covid-19

Dolar AS Melemah Setelah Rapat FOMC

Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada hari Rabu setelah Federal Reserve AS mengatakan pemulihan ekonomi berada di jalurnya meskipun ada peningkatan infeksi COVID-19, namun tidak menetapkan batas waktu untuk mengurangi pembelian aset Fed. Sementara infeksi COVID-19 AS harian telah meningkat empat kali lipat sejak pertemuan Fed terakhir pada bulan Juni, bank sentral mengindikasikan masih memiliki keyakinan bahwa upaya vaksinasi yang sedang berlangsung akan “mengurangi dampak krisis kesehatan masyarakat terhadap ekonomi” dan memungkinkan kembali melanjutkan reopening. Para pejabat the Fed juga mengatakan mereka bergerak maju mengenai pembahasan tentang kapan harus mengurangi $120 miliar dalam pembelian obligasi bulanan bank sentral, sebelum menaikkan suku bunga. Indeks dolar turun 0,149% menjadi 92,324 setelah pernyataan Fed dirilis.

Sterling Naik ke Level Tertinggi 2 Minggu Berkat Penurunan Infeksi Covid-19

Sterling menguat ke level tertinggi 13 hari atas dolar AS pada hari Rabu setelah penurunan infeksi COVID-19 Inggris meningkatkan harapan investor bahwa Bank of England bisa kurang dovish dari perkiraan dalam rapatnya minggu depan. Meskipun angka infeksi naik lagi pada hari Rabu untuk pertama kalinya dalam seminggu dibandingkan dengan hari sebelumnya, namun angkanya lebih rendah dari minggu ke minggu .

Emas Naik Setelah Pernyataan Powell

Harga emas menguat 0,1% di $1801,10 pada hari Rabu setelah pernyataan kebijakan Federal Reserve AS ketika ketua Jerome Powell menandai risiko yang masih ada terhadap ekonomi AS dari varian virus corona Delta. Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa ekonomi AS membaik meski ada varian baru virus Covid-19. Namun, itu belum cukup untuk mencapai target inflasi dan lapangan kerja yang dipatok The Fed.

Minyak Naik Setelah Data EIA

Harga minyak kembali menguat pada hari Rabu, didukung oleh penurunan stok minyak mentah dan bahan bakar AS, menandakan permintaan musim panas tetap kuat meski ada kebangkitan kasus Covid-19. Menurut data pemerintah AS menyebutkan, cadangan minyak mentah turun melebihi perkiraan pada pekan lalu ke level terendah sejak Januari 2020, sementara pasokan minyak sulingan, termasuk diesel merosot paling tajam sejak April. Data Energy Information Administration (EIA) menyebutkan, cadangan minyak mentah turun 4,1 juta barel pada pekan lalu. Sementara persediaan bensin juga turun 2,25 juta barel. Di tahun ini, harga minyak sudah naik sekitar 45% tahun ini, dibantu oleh pemulihan permintaan dan pembatasan pasokan oleh negara-negara produsen minyak dan sekutunya yang tergabung dalam OPEC+. Minyak mentah Brent naik 0,4%, menjadi $74,74 per barel, sementara WTI AS naik 1%, menjadi $72,39.

Wall Street Variatif Setelah Rilis FOMC

Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Rabu setelah Federal Reserve menyatakan pemulihan ekonomi AS tetap di jalurnya dan Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral masih jauh dari pertimbangan untuk menaikkan suku bunga. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,36% ke 34.930,93, S&P 500 turun 0,02% ke 4.400,64 dan Nasdaq Composite naik 0,70% ke 14.762,59.

Fokus Hari ini: PDB, Core PCE dan Jobless Claims AS

Fokus pasar hari ini akan tertuju pada serangkaian data ekonomi AS, termasuk PDB yang diperkirakan tumbuh 8,6% di kuartal 2-2021, setelah pertumbuhan 6,4% di kuartal sebelumnya. Data lainnya yang tak kalah penting adalah data inflasi acuan The Fed, yaitu core PCE Prices di kuartal 2, yang diperkirakan naik menjadi 5,9%, dari sebelumnya 2,5%. Kemudian data jobless claims yang diperkirakan turun 380 ribu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*