Sterling Reli Setelah PMI Lebih Baik Dari Perkiraan

Dolar AS Jatuh Setelah FOMC Meeting Minutes

Indeks dolar turun lebih dari 1% menuju 106, terendah sejak pertengahan Agustus, karena para trader menaikkan taruhan bahwa Fed hanya akan menaikkan suku bunga sebesar 50 bps pada bulan Desember. Risalah pertemuan Federal Reserve terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar pembuat kebijakan sepakat bahwa kemungkinan akan segera tepat untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga. Dalam pertemuan kebijakan terakhir, Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 bps menjadi 3,75%-4%, kenaikan suku bunga keenam berturut-turut dan kenaikan tiga perempat poin keempat berturut-turut, mendorong biaya pinjaman ke level tertinggi baru sejak 2008. Tapi sekarang tampaknya bahwa bank sentral membutuhkan lebih banyak waktu untuk menilai dampak dari kenaikan tersebut. Dolar juga terpukul setelah data yang menunjukkan aktivitas bisnis AS mengalami kontraksi selama lima bulan berturut-turut di bulan November dan data yang menunjukkan klaim tunjangan pekerjaan AS naik melebihi perkiraan.

Sterling Reli Setelah PMI Lebih Baik Dari Perkiraan

Poundsterling reli pada hari Rabu, naik untuk hari kedua berturut-turut terhadap dolar setelah data yang menunjukkan aktivitas ekonomi Inggris dirilis lebih baik dari perkiraan, meskipun masih menunjukkan kontraksi. PMI manufaktur Inggris terkontrasi 46,2, lebih baik dari perkiraan 45,7, sementara PMI sektor jasa terkontraksi 48,8, juga lebiih baik dari perkiraan 48,0. Pound terakhir naik 1,43% pada $1,2055.

Emas Naik Berkat Turunnya Imbal Hasil Obligasi AS

Harga emas naik ke kisaran $1.750 per ons, didukung oleh turunnya imbal hasil Treasury, sementara sentimen negatif atas dolar memberikan optimisme lebih lanjut kepada buyer emas. Dorongan datang setelah FOMC minutes yang menunjukkan bahwa pembuat kebijakan melihat kasus kenaikan suku bunga yang lebih lambat sambil mengakui bahwa keseimbangan risiko ekonomi sekarang condong ke sisi bawah.

Minyak Anjlok Hampir 5% Karena Kekhawatiran Permintaan

Harga minyak mentah berjangka WTI AS anjlok hampir 5%, mendekati level terendah sejak Januari, karena investor mempertimbangkan kekhawatiran permintaan yang terus-menerus sambil mengikuti perkembangan mengenai batasan harga G7 pada minyak Rusia. Prospek yang memburuk untuk permintaan global telah membuat pasar gelisah, dengan ekonomi maju, terutama AS dan Eropa, melihat penurunan aktivitas ekonomi karena pengetatan kondisi keuangan dan importir minyak mentah utama China menghadapi kemungkinan pembatasan yang lebih ketat akibat virus corona di tengah meningkatnya infeksi. Pada saat yang sama, G7 melihat batas harga minyak Putin di atas di mana kadar minyak mentah saat ini diperdagangkan, sehingga menguntungkan bagi Rusia untuk menjual minyak mentahnya dan mencegah kekurangan pasokan di pasar internasional.

Wall Street Reli Setelah FOMC Minutes

Wall Street ditutup menguat pada hari akhir perdagangan Rabu setelah risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) bulan November 2022 menunjukkan kenaikan suku bunga mungkin akan segera melambat. Indeks Dow Jones naik 95,96 poin atau 0,28% menjadi 34.194,06, indeks S&P 500 menguat 23,68 poin atau 0,59% ke 4.027,26 dan indeks Nasdaq Composite melesat 110,91 poin atau 0,99% ke 11.285,32.

Fokus Hari Ini : Pidato Pejabat MPC BoE & ECB Minutes

Hari ini akan banyak anggota Monetary Policy Committee (MPC) dari Bank of England (BoE) yang tampil di hadapan publik. Mereka adalah Wakil Gubernur David Ramsden, Huw Phill dan Dr Catherine L Mann. Lewat pernyataannya pasar ingin mengetahui arah kebijakan moneter BoE. Fokus lainnya adalah ECB Minutes bulan November, yang akan memberi gambaran mengenai arah kebijakan ECB.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*