Swiss Franc jatuh ke level terendah sebulan kemarin di tengah meningkatnya sentimen pasar dan langkah Swiss National Bank

Dollar jatuh atas mata uang utama dunia kemarin sehari menjelang rapat regular the Fed karena investor menyeimbangkan portofolionya menjelang akhir bulan. Menjelang rapat FOMC, investor akan mencermati langkah the Fed akan ke depan dalam menanggapi kehancuran ekonoomi dari Covid-19 dengan memangkas suku bunga, melanjutkan pembelian obligasi, serta mendukung pasar kredit. Sementara itu, analis melihat bahwa rebalancing akhir bulan akan berdampak negatif buat dollar AS, dengan tekanan jual atas greenback kemungkinan akan terjadi. Dollar juga melemah setelah banyaknya negara-negara yang melonggarkan aturan lockdown, mendorong kenaikan aset berisiko dan mengurangi pamor safe haven dollar. Indeks dollar melemah 0,423% menjadi 99,85.

Mata uang Swiss Franc jatuh ke level terendah sebulan kemarin di tengah meningkatnya sentimen pasar dan langkah Swiss National Bank (SNB) untuk mengendalikan asset safe haven. SNB sudah melakukan intervensi terbesar sejak 2015 minggu lalu. Morgan Stanley dan Commerzbank mengatakan bahwa kemungkinan akan lebih banyak lagi.

Harga emas melemah kemarin karena aset berisiko terus menunjukkan pemulihan di tengah harapan bahwa relaksasi lockdown di AS dan Eropa akan memungkinkan rebound tajam di negara maju di akhir tahun. Harga emas berjangka turun 0,5% menjadi $1714,40 per troy ons, setelah sempat jatuh ke $1704,40. Meski begitu, beberapa analis melihat bahwa koreksi tersebut tidak merubah trend bullish emas keseluruhan. Beberapa sentimen masih mendukung emas, diantaranya suramnya indeks sentimen konsumen AS yang jatuh ke level terendah sejak 2014. Selain itu, emas juga masih didukung oleh kebijakan stimulus yang dijalankan oleh bank sentral dunia sejak Februari dan membutuhkan waktu yang lama untuk membalikan kebijakan tersebut.

Harga minyak melemah tipis kemarin setelah sempat anjlok 21% sebelumnya karena kekhawatiran penuhnya penyimpanan. Harga minyak jenis WTI turun 3,4% dan ditutup pada kisaran $12,34. WTI sempat jatuh ke level terendah hariannya di 10,09 di sesi Asia. Sementara minyak Jenis Brent turun 1,4% menjadi $22,74. Anjloknya minyak WTI dipicu oleh United Stated Oil di ETF yang menjual semua kepemilikannya di kontrak berjangka minyak AS. Investor dibayangi kekhawatiran mengenai penuhnya tempat penyimpanan minyak di Cushing, Oklahoma yang saat ini sudah mencapai mencapai 70%. Permintaan minyak global sudah turun sekitar 20 sampai 30 juta bph karena dampak dari Covid-19. Di AS, penyimpanan minyak cepat menipis sementara cadangan terus membengkak.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*