Wall Street Anjlok Karena Kekhawatiran Omicron

Wall Street
Penyebaran Omicron Pukul Mata Uang Komoditas

Mata uang termasuk dolar Australia dan pound Inggris jatuh pada hari Senin di tengah kekhawatiran pembatasan lebih lanjut dapat diberlakukan di Eropa untuk menahan varian virus corona Omicron. Dengan banyaknya pertemuan bank sentral utama minggu lalu, investor saat ini mengalihkan fokus mereka ke penyebaran varian yang cepat. Belanda melakukan penguncian pada hari Minggu dan surat kabar lokal di Italia melaporkan bahwa pembatasan baru juga dipertimbangkan di sana. Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid pada hari Minggu tidak mengesampingkan kemungkinan penguncian lebih lanjut sebelum Natal. Turunnya harga minyak juga memukul mata uang komoditas, dengan Norwegia crown jatuh. Sementara itu, Seorang Demokrat moderat yang merupakan kunci untuk meloloskan RUU $1,75 triliun mengatakan pada hari Minggu bahwa dia tidak akan mendukung paket tersebut, dengan alasan kekhawatiran tentang inflasi.

Loonie Melemah Karena Lonjakan Omicron

Dolar Kanada melemah pada hari Senin ke level terendah tahun ini terhadap greenback, karena melonjaknya kasus virus corona Omicron dan kemunduran prospek stimulus domestik AS membebani sentimen investor. Loonie melemah 0,5% lebih rendah pada 1,2949 terhadap greenback, penurunan terbesar di antara mata uang G10. Loonie sempat menyentuh level intraday terlemah sejak Desember 2020 di 1,2963.

Emas Melemah di Tengah Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed

Harga emas melemah pada hari Senin karena investor menimbang dampak dari melonjaknya kasus virus corona varian Omicron dan sejauh mana kenaikan suku bunga Federal Reserve terhadap inflasi yang melonjak. Harga mas spot ditutup turun 0,4% menjadi US$ 1.790,93 per troy ons, sementara harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Februari 2022 melemah 0,6% ke US$ 1.794,60 per troy ons.

Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran Omicron Bisa Mengurangi Permintaan

Harga minyak jatuh pada hari Senin karena melonjaknya kasus virus corona varian Omicron di Eropa dan AS telah memicu kekhawatiran investor bahwa pembatasan baru untuk memerangi penyebarannya dapat mengurangi permintaan bahan bakar. Minyak Brent turun 2,7% ke US$71,52 per barel dan WTI AS anjlok 3,7%, ke US$ 68,23. Di hari Minggu, Belanda telah melakukan penguncian dan kemungkinan lebih banyak pembatasan Covid-19 diberlakukan jelang liburan Natal dan Tahun Baru membayangi beberapa negara Eropa. Sementara itu, pejabat kesehatan AS pun mendesak warganya untuk mendapatkan vaksin booster Covid-19, memakai masker dan berhati-hati jika bepergian selama liburan musim dingin. Harga minyak tetap turun meskipun Moderna Inc mengumumkan pada hari Senin bahwa dosis booster vaksin Covid-19 tampaknya melindungi terhadap varian Omicron, dalam pengujian laboratorium.

Wall Street Anjlok Karena Kekhawatiran Omicron

Wall Street anjlok lebih dari 1% hari Senin di tengah kekhawatiran varian Omicron yang berpotensi melemahkan rebound ekonomi, serta kemunduran kritis pada tagihan belanja sosial Presiden Joe Biden. Indeks Dow Jones turun 1,23% menjadi 34.932,16, S&P 500 melemah 1,14% ke 4.568,02 dan Nasdaq jatuh 1,24% ke 14.980,94. Sektor keuangan dan material turun paling besar di antara sektor pada indeks S&P 500.

Fokus Hari Ini : RBA Minutes, Consumer Confidence Jerman, Retail Sales Kanada

RBA akan merilis minutes-nya, yang merupakan notulen dari rapat awal bulan Desember. Dalam minutes ini kemungkinan gubernur RBA Philip Lowe akan mengulangi bahwa tidak terburu-buru menaikkan suku bunga. Di pasar Eropa, Jerman akan merilis kepercayaan konsumen dan di Inggris ada public sector net borrowing.  Di pasar AS, Kanada akan merilis data retail sales, yang diperkirakan tumbuh 1% di bulan Oktober.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*