Wall Street Cetak Rekor Berkat Kenaikan Saham Tesla & Perbankan

Dolar AS Menguat Karena Risk Aversion

Dolar Amerika Serikat (AS) menguat atas mata uang utama lainnya pada hari Senin karena kekhawatiran tentang pandemi mendorong investor untuk mencari asset safe haven. Selain itu, investor juga tengah menantikan lebih banyak petunjuk tentang pemulihan ekonomi global. Dengan pasar yang sangat sensitif terhadap isu tapering, data inflasi AS pada hari Selasa akan menjadi fokus menjelang kesaksian oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Rabu dan Kamis. Investor akan melihat data inflasi AS pada hari Selasa dan kesaksian ekonomi Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Rabu dan Kamis, karena mereka mengukur ekspektasi bagi The Fed untuk menarik stimulus segera setelah tahun ini. Sementara itu, laporan dari seluruh dunia mengenai lonjakan infeksi varian virus corona Delta telah menyurutkan minat investor terhadap aset berisiko. Indeks dolar menguat 0,1% pada 92,264.

Poundsterling Melemah Saat Rencana Penghapusan Lockdown di Inggris

Poundsterling melemah pada hari Senin di saat Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson diperkirakan akan mengkonfirmasi rencana untuk menghapus hampir semua pembatasan COVID-19 yang tersisa di Inggris mulai 19 Juli, meskipun ada lonjakan kasus ke tingkat yang tidak terlihat selama berbulan-bulan. Pound  turun 0,22% menjadi $ 1,3879.

Emas Melemah Karena Penguatan dolar AS, Jelang Data Inflasi & Powell

Emas turun pada hari Senin karena penguatan dolar, dengan investor akan menantikan data inflasi AS yang dapat mempengaruhi waktu Federal Reserve untuk mengurangi pembelian obligasi. Spot emas turun 0,2% menjadi $1,804,80. Data indeks harga konsumen (CPI) AS akan dirilis pada hari Selasa, sementara ketua Fed Jerome Powell akan memberikan testimoni di Kongres pada hari Rabu dan Kamis.

Harga Minyak Melemah Karena Kekhawatiran Penyebaran Virus Corona Varian Delta

Harga minyak melemah pada hari Senin karena kekhawatiran tentang penyebaran virus corona varian Delta . Harga minyak Brent turun 0,5% ke level US$ 75,16 per barel. Sementara WTI AS melemah 0,6% menjadi US$ 74,10. Sentimen negatif bagi minyak datang dari Tokyo yang memberlakukan kembali pembatasan terkait pandemi karena khawatiran atas infeksi virus corona, kurang dari dua minggu sebelum kota itu menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas. Analis mengatakan penyebaran varian baru dan akses vaksin yang tidak merata bisa mengancam pemulihan ekonomi global. Di tempat lain, OPEC+ mengabaikan pembicaraan pekan lalu yang akan meningkatkan produksi, setelah perselisihan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab tentang bagaimana memperpanjang pakta tersebut. Namun, penurunan dibatasi setelah cadangan persediaan AS yang jatuh ke level terendah sejak Februari 2020 dalam pekan yang berakhir pada 2 Juli.

Wall Street Cetak Rekor Berkat Kenaikan Saham Tesla & Perbankan

Bursa saham Wall Street menguat dan mencapai rekor tertinggi berkat kenaikan saham Tesla dan sektor perbankan karena investor mengamati awal musim pelaporan pendapatan kuartal kedua dan sejumlah data ekonomi. Pada penutupan perdagangan Senin, indeks Dow Jones naik 0,36% ke 34.996,18 poin, indeks S&P 500 menguat 0,35% menjadi 4.384,63 dan indeks Nasdaq bertambah 0,21% ke level 14.733,24.

Fokus Hari ini: CPI AS

Hari ini akan AS akan merilis data inflasi, dimana CPI diperkirakan naik 0,5% di bulan Juni, namun angka ini lebih lambat dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,6%. Sedangkan core CPI diperkirakan berada di 0,4%, juga melambat daripada bulan Mei yang sebesar 0,7%. Data inflasi tersebut akan memberi petunjuk bagi pelaku mengenai kapan waktunya The Fed untuk mulai mengetatkan kebijakan moneternya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*