Wall Street Ditutup Beragam

Depresiasi Yen Mengkhawatirkan Pemerintah Jepang

Pemerintah Jepang mengkhatirkan pelemahan Yen. Hal ini dianggap bisa merugikan perekonomian mereka khususnya

stabilitas keuangan. Oleh sebab itu, pemerintah akan mengawasi secara khusus volatilitas perdagangan yang berlebihan dan tidak teratur. Sebagaimana diketahui bahwa dalam tiga bulan terakhir, Dolar AS menguat secara mencolok terhadap Yen, mata uang negeri ini terdepresiasi 10% mendekati level tertinggi USD/JPY sejak Juni 2015, pada 125.77. Bank of Japan dianggap terlalu kalem, menyikapi kondisi saat ini.

Wall Street Ditutup Beragam

Bursa saham AS ditutup beragam, Dow Jones turun 0,02% dan S&P 500 turun 0,02%. Sementara itu, Nasdaq bertambah 0,12%. Pasar menilai bahwa bank sentral terlambat dan perlu berbuat lebih banyak upaya untuk menjinakkan inflasi, dan volatilitas terjadi secara moderat dimana perdagangan saham tidak cukup untuk menghentikan ini. Faktor yang mendorong fluktuasi di pasar saham adalah suku bunga dan geopolitik yang lebih tinggi. Pasar masih menantikan sejumlah laporan pendapatan, dijadwalkan sejumlah bank-bank besar akan melakukan eksposure. Diperkirakan terjadi penurunan tajam pada sejumlah pendapatan emiten dari tahun sebelumnya.

Dolar AS Menguat Oleh Dorongan Data Ekonomi Yang Solid

Euro jatuh kembali karena tidak dapat mempertahankan kenaikan pasca pemilihan Prancis. Dolar AS sendiri masih bertahan kuat didukung oleh imbal hasil AS yang tinggi menjelang data inflasi yang diperkirakan memperkuat ekspektasi bahwa FED akan semakin memperketat kebijakan moneternya. Sementara Euro turun 0,19% menjadi $ 1,08625, setelah melonjak ke $ 1,09550 di tengah berita bahwa Presiden petahana Emmanuel Macron mengalahkan Marine Le Pen di putaran pertama pemilu Prancis.

Yield Obligasi AS Tergelincir, Harga Emas Menguat

Emas naik lebih dari 1% karena imbal hasil Treasury berbalik turun setelah data inflasi AS sebagian besar memenuhi ekspektasi, sehingga mengurangi kemungkinan pengetatan kebijakan agresif jangka panjang oleh Federal Reserve. Dalam perdagangan di bursa berjangka, harga emas berakhir naik 1,4% pada $1.976,10. Yield Obligasi AS sendiri tergelincir setelah data menunjukkan inflasi meningkat pada bulan Maret, tetapi kurang dari yang diperkirakan banyak pelaku pasar.

Produksi Minyak Rusia Berkurang, OPEC Tidak Jamin Bisa Penuhi Kekurangan Ini

Harga minyak naik karena pengurangan kuncian di Shanghai. Disisi lain, dilaporkan bahwa terjadi penurunan produksi minyak kondensat dan gas Rusia ke posisi terendah 2020. OPEC sejauh ini telah memperingatkan bahwa mereka tidak mungkin untuk mengganti potensi penurunan pasokan dari Rusia tersebut. Harga minyak mentah Brent naik $6,16, atau 6,3%, menjadi menetap di $104,64 per barel pada 01:48. WIB. West Texas Intermediate AS naik $6,31, atau 6,7%, menjadi menetap di $100,60. Pada perdagangan sebelumnya, kedua minyak ini turun sekitar 4%.

Fokus Pasar Hari Ini :

Bank RBNZ diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, menjadi 1,25% dari sebelumnya sebesar 1%. Kenaikan ini akan menjadi sentimen positif terhadap Kiwi. Kenaikan harga komoditi juga mendukung upaya naik mata uang ini.Selanjutnya Poundsterling berpeluang rebound, dengan sejumlah data ekonomi yang akan dirilis, dimana puncak data adalah angka CPI. Diperkirakan akan naik menjadi 6.7% dari sebelumnya sebesar 6,2%. Gubernur Bank Sentral Jepang, Haruhiko Kuroda dijadwalkan akan memberikan pernyataan selepas makan siang hari ini. Hal yang dinantikan adalah kejelasan dan sikap BOJ terkait dengan pelemahan Yen. Intervensi bisa dilakukan, termasuk secara verbal. waspadai tarikan balik Yen. Data PPI AS, yang diperkirakan akan mengalami kenaikan cukup signifikan dari 0.8% menjadi 1.1%. PPI inti secara bulanan juga diperkirakan akan naik dari 0.2% menjadi 0.5%. Penguatan ini ditopang oleh kenaikan harga di sektor energy, khususnay bahan bakar minyak. Dolar AS berpotensi menguat kembali. Bank of Canada diperkirakan akan mengikuti langkah agresif dari sejumlah bank sentral lainnya. Diperkirakan bahwa mereka akan menaikkan suku bunga dari 0.5% menjadi 1%. Langkah agresif ini dipandang akan memberikan sentimen positif bagi Loonie. Harga minyak berpeluang naik setelah pasokan AS dilaporkan akan mengalami penyusutan dari 2,4 juta barel dalam sepekan menjadi 1.1 juta barel. Penyusutan akan menjadi sentimen positif bagi harga minyak, meski dibawah bayang-bayang pelepasan cadangan minyak strategis, untuk menekan harga minyak turun lebih lanjut. (LH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*