Wall Street Jatuh Karena Kekhawatiran Omicron

Wall Street
Sterling Anjlok Setelah Data Ketenagakerjaan AS

Poundsterling melemah pada hari Jumat karena potensi kenaikan suku bunga The Fed memperkuat dolar, serta masih adanya ketidakpastian tentang apakah Bank of England akan menaikkan suku bunga bulan ini. Pembuat kebijakan BoE Michael Saunders, yang memberikan voting untuk kenaikan suku bunga pada November, mengatakan pada hari Jumat bahwa dia menginginkan informasi lebih lanjut tentang dampak varian virus corona Omicron baru sebelum memutuskan voting bulan ini. Dolar naik di hari Jumat setelah solidnya data ketenagakerjaan AS memperkuat rencana Fed untuk mempercepat pengurangan pembelian aset dan menaikkan suku bunga tahun depan. Sterling turun 0,6% menjadi $ 1,3218, mendekati level terendah sejak Desember 2020 di $ 1,3194 yang dicapai pada hari Selasa.

Posisi Net Long Dolar AS Naik ke Level Tertinggi Pertengahan Juni 2019

Posisi beli bersih (net long) spekulan pada dolar AS dalam minggu terakhir melonjak ke level tertinggi sejak pertengahan Juni 2019, menurut perhitungan Reuters dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) AS yang dirilis pada hari Jumat. Nilai posisi net long dolar adalah mencapai $23,99 miliar untuk pekan yang berakhir 30 November, naik dari net long $22,11 miliar pada minggu sebelumnya. Posisi net long dolar AS naik untuk minggu kedua berturut-turut.

Emas Naik Berkat Safe Haven

Harga emas naik hampir 1% pada hari Jumat karena ketidakpastian yang dipicu oleh varian virus corona Omicron dan penurunan imbal hasil Treasury AS, meningkatkan daya tarik logam safe-haven. Sentimen di pasar keuangan masih tetap lemah, dengan Nasdaq jatuh lebih dari 2%, karena data pekerjaan AS yang beragam dan kekhawatiran di sekitar varian virus corona Omicron membebani.

Minyak Variatif di Tengah Kekhawatiran Permintaan

Harga minyak variatif pada pada hari Jumat setelah menghapus kenaikan besar sebelumnya di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa meningkatnya kasus virus corona dan varian baru dapat mengurangi permintaan minyak global. Harga minyak sempat naik lebih dari $2 per barel setelah kelompok produsen OPEC+ mengatakan dapat meninjau kebijakannya untuk menaikkan produksi dalam waktu singkat jika meningkatnya jumlah lockdown pandemi menghambat permintaan. Minyak Brent naik 0,3%, menjadi $69,88 per barel, sementara WTI AS melemah 0,4%, menjadi $66,26. OPEC+ secara tak terduga mengejutkan pasar pada hari Kamis ketika tetap pada rencananya untuk menambah pasokan 400.000 barel per hari (bph) pada Januari. Tetapi OPEC+ membuka pintu untuk mengubah kebijakan dengan cepat jika permintaan terpukul akibat kebijakan lockdown untuk menahan penyebaran varian virus corona Omicron.

Wall Street Jatuh Karena Kekhawatiran Omicron

Wall Street melemah pada hari Jumat, dengan Nasdaq memimpin penurunan karena investor bertaruh bahwa solidnya data ketenagakerjaan AS tidak akan memperlambat penarikan stimulus The Fed, di saat mereka bergulat dengan ketidakpastian di sekitar varian virus corona Omicron. Indeks Dow Jones turun 0,17% ke 34.580,08, S&P 500 jatuh 0,84%, ke 4.538,43 dan Nasdaq anjlok 1,92%, menjadi 15.085.47.

Fokus MInggu Ini: Data Inflasi AS & China, BoC & RBA Meeting

Minggu ini AS dan China akan merilis data inflasi, sementara bank sentral di Kanada dan Australia akan memutuskan kebijakan moneter. Data penting lainnya yang layak disimak adalah kepercayaan konsumen AS, data PDB Inggris bulan Oktober. Kemudian ada sentimen investor (ZEW) dan pesanan pabrik Jerman dan neraca berjalan Jepang. Minggu ini juga ada pidato gubernur RBA Phillip Lowe.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*