Wall Street Jatuh Karena Kisruh Anggaran Pemerintah AS

Dolar AS Terkoreksi dari Level Tertinggi 1 Tahun Setelah Data Jobless Claims

Dolar AS mundur dari tertinggi satu tahun pada hari Kamis setelah kenaikan pada data klaim pengangguran AS, dengan investor juga konsolidasi setelah kenaikan tajam dalam beberapa sesi terakhir. Greenback secara keseluruhan telah didukung oleh lonjakan imbal hasil Treasury AS di tengah ekspektasi Federal Reserve akan mengurangi stimulus moneternya mulai November bahkan ketika pertumbuhan global melambat. Namun, data ekonomi hari Kamis mengikis sebagian penguatan dolar. Klaim pengangguran awal AS naik untuk minggu ketiga berturut-turut menjadi 362.000. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan 335.000 aplikasi pengangguran untuk minggu terakhir. Sementara data lainnya, PDB AS tumbuh 6,7% di kuartal kedua, didukung oleh stimulus pandemi dari pemerintah, yang mendorong belanja konsumen. Indeks dolar melemah 0,2% menjadi 94,199. Namun, di bulan September indeks dolar AS masih naik 1,7%.

Ausie Menguat, Euro Catatkan Penurunan 1,9% Di September

Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko menguat 0,8% menjadi US$0,7232, setelah anjlok  0,9% semalam, karena harga bijih besi rally menjelang liburan Golden Week di tujuan perdagangan utama Australia, China. Sementara euro turun 0,1% $ 1,1586, setelah sempat jatuh ke $1,1563, terendah sejak Juli 2020. Di September, euro turun 1,9% atas dolar dan turun 2,2% selama kuartal ketiga.

Emas Naik Setelah Data Jobless Claims AS

Harga emas naik lebih dari 2% pada hari Kamis setelah koreksi dolar menyusul data jobles claims AS yang naik di atas perkiraan. Namun, emas masih tuurun di kuartal ketiga setelah penurunan baru-baru, yang dipicu ekspektasi Federal Reserve akan segera mulai mengurangi stimulus-nya. Spot emas naik 1,7% pada $1.755,56 per ons setelah sempat menguat 2,2% ke level tertinggi satu minggu di awal sesi.

Minyak Stabil Setelah China Siap Membeli Minyak

Harga minyak stabil pada hari Kamis setelah laporan China yang siap untuk membeli lebih banyak minyak dan pasokan energi lainnya untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Sentimen itu mengimbangi tekanan harga dari kenaikan tak terduga pada stock minyak AS dan penguatan dolar AS. Minyak Brent turun 0,2% menjadi US$ 78,52 per barel. Sementara WTI AS menguat 0,3% ke US$75,03 per barel. Sentimen utama bagi harga minyak mentah datang setelah Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan, importir minyak mentah terbesar di dunia dan konsumen nomer 2 ini akan memastikan energi, pasokan listrik dan akan menjaga operasi ekonomi dalam kisaran yang wajar. Sementara itu,data Energy Information Administration (EIA) AS pada hari Rabu menunjukkan stok minyak dan bahan bakar AS meningkat 4,6 juta barel menjadi 418,5 juta barel pada pekan lalu.

Wall Street Jatuh Karena Kisruh Anggaran Pemerintah AS

Wall Street melemah hari Kamis, dipicu kisruh anggaran pemerintah AS. Pasar saham AS mendapat tekanan walau Senat dan DPR AS menyetujui RUU pengeluaran sementara untuk menjaga pemerintah berjalan di akhir sesi. Hal itu sebenarnya sempat mendukung kenaikan pasar secara singkat. Indeks Dow Jones turun 1,59% menjadi 33.843,92, S&P 500 melemah 1,19% ke 4.307,54 dan Nasdaq jatuh 0,44% menjadi 14.448,58.

Fokus Hari ini: PMI Global, PDB Kanada & Core PCE AS

Hari ini akan dirilis PMI global, yang akan memberi petunjuk mengenai optimisme pelaku sektor bisnis terhadap prospek perekonomian ke depan. Data ini penting karena akan menentukan ke mana arah dana mengalir, apakah risk off atau risk on. Data penting lainnya adalah PDB Kanada yang diperkirakan kontraksi 0,2%, dan Core PCE index AS, yang diperkirakan tumbuh 0,2% di Agustus.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*