Wall Street Jatuh Lagi Menjelang Data Ketenagakerjaan AS

Dolar AS Naik Karena Ekspektasi Pengetatan Moneter The Fed

Dolar AS naik pada hari Kamis setelah data ekonomi AS yang mengecewakan. Di hari sebelumnya, dolar secara tajam memangkas kerugian sebanyak 0,44% setelah dalam FOMC minutes para pejabat The Fed mengkhawatirkan kenaikan inflasi, bersamaan dengan pasar tenaga kerja yang ketat, yang dapat mengakibatkan kenaikan suku bunga The Fed lebih cepat dari perkiraan beserta dengan pengurangan asetnya. Trader saat ini mengantisipasi peluang lebih besar dari 70% untuk kenaikan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan Fed Maret, menurut Alat FedWatch CME. Presiden Fed St Louis James Bullard mengatakan pada hari Kamis bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga segera setelah Maret dan berada dalam “posisi yang baik” untuk menjadi lebih agresif terhadap inflasi. Sementara itu, data semalam menunjukkan jobless claims AS naik 7.000 ke penyesuaian 207.000, sedikit di atas perkiraan 197.000.

Loonie Menguat Setelah Aksi Jual Saham Mereda, Data Perdagangan Kanada

Dolar Kanada menguat atas greenback pada hari Kamis setelah aksi jual di saham, yang dipicu prospek kenaikan suku bunga AS yang lebih cepat mereda dan setelah data data menunjukkan ekspor Kanada naik ke rekor tertinggi. Kanada mencatat surplus perdagangan sebesar C$3,1 miliar di bulan November, terbesar sejak September 2008, dibantu oleh peningkatan 3,8% dalam ekspor. Loonie naik 0,2% ke 1.2723.

Emas Jatuh ke Level Terendah 2 Minggu Setelah FED Hawkish

Harga emas turun ke level terendah dua minggu pada hari Kamis, tertekan oleh reli imbal hasil Treasury AS setelah The FED mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang lebih cepat. Spot emas turun 1,2% ke $1,788.25 per ons. Risalah The Fed yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan para pejabat telah membahas tapering secara keseluruhan serta menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan untuk melawan inflasi.

Minyak Menguat Karena Kekhawatiran Kazakhstan, Pemadaman di Libya

Harga minyak naik sekitar 2% pada hari Kamis, memperpanjang reli tahun baru mereka, di tengah meningkatnya kerusuhan di Kazakhstan dan pemadaman pasokan di Libya. Minyak Brent naik 1,5%, menjadi $81,99 per barel, setelah mencapai level tertinggi sejak akhir November. Sedangkan WTI AS naik 2,1%, menjadi $ 79,46. Rusia menerjunkan pasukan ke Kazakhstan untuk membantu memadamkan pemberontakan di seluruh negeri setelah kekerasan mematikan menyebar di bekas negara Soviet yang dikontrol ketat. Tidak ada indikasi bahwa produksi minyak di Kazakhstan telah terpengaruh sejauh ini. Negara ini memproduksi sekitar 1,6 juta barel minyak per hari. Sementara itu di Libya, produksi minyak berada pada 729.000 barel per hari, National Oil Corp mengatakan, turun dari tertinggi lebih dari 1,3 juta barel per hari tahun lalu, karena pemeliharaan dan penutupan ladang minyak.

Wall Street Jatuh Lagi Menjelang Data Ketenagakerjaan AS

Wall Street lanjutkan pelemahan hari Kamis, meski penurunannya tidak sebesar hari sebelumnya. Risalah The Fed mengutip pasar kerja yang sangat ketat dan inflasi yang tidak mereda. Hal ini meningkatkan kekhawatiran investor menjelang laporan pekerjaan bulanan Jumat dari Departemen Tenaga Kerja AS. Indeks Dow Jones turun 0,47%, S&P 500 melemah 0,10% dan Nasdaq Composite turun 0,13%.

Fokus Hari Ini : Data Ketenagakerjaan AS & Kanada

Fokus pasar akan tertuju pada data ketenagakerjaan AS di bulan Desember. Data tersebut meliputi non-farm payroll, yang diperkirakan tumbuh 426 ribu, average hourly earning, yang diperkirakan naik 0,4% dan tingkat pengangguran, yang diperkirakan turun ke 4,1%. Data tersebut bisa mendukung ekspektasi pengetatan moneter The Fed yang lebih cepat dari perkiraan jika hasilnya lebih baik dari perkiraan.