Jum. Jul 19th, 2024

Wall Street Mampu Menguat di Tengah Perdagangan Yang Fluktuatif

Wall Street

Dolar AS Melemah Setelah Komentar Pejabat The Fed, Meredupnya Safe Haven

Dolar AS melemah pada hari Rabu setelah pejabat The Fed mengecilkan kemungkinan kenaikan suku bunga setengah basis poin pada bulan Maret, serta reli di pasar ekuitas global mengurangi daya tarik safe haven. Indeks dolar turun ke 96,272 dan menjauh dari tertinggi 19 bulan baru-baru ini di 97,441. Euro mendapat dorongan dari kenaikan imbal hasil UE, dengan imbal hasil 10 tahun Jerman mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2019 setelah data inflasi yang tinggi memicu spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa mungkin harus memperketat lebih awal. Demikian juga, imbal hasil 10-tahun Inggris mencapai level yang terakhir terlihat pada awal 2019 menjelang perkiraan kenaikan suku dari Bank of England minggu ini. Presiden Fed St. Louis James Bullard, yang terkenal hawkish, mengatakan bahwa dia akan berdebat untuk kenaikan suku bunga pada bulan Maret, Mei dan Juni, tetapi tidak mendukung langkah setengah poin.

Loonie Menguat Setelah Fokus Investor Beralih ke Bank Sentral Lain Selain The Fed

Dolar Kanada menguat atas greenback pada hari Selasa setelah investor beralih fokus pada bank sentral selain The Fed, yang juga mengadopsi sikap hawkish. Loonie menguat 0,2% ke 1,2685. The Fed bukanlah satu -satunya bank sentral yang menghentikan keran stimulus. Pasar uang memperkirakan BoE akan menaikkan suku bunga pada hari Kamis dan BoC diperkirakan menaikan di bulan Maret dan total enam kali di tahun ini.

Emas Lanjutkan Penguatan Berkat Pelemahan Dolar AS, Safe Haven

Harga emas memperpanjang kenaikan pada hari Selasa karena pelemahan dolar AS dan ketegangan di Ukraina mendukung permintaan safe-haven. Spot emas naik 0,2% menjadi $1,800,36. Pejabat The Fed mengatakan mereka akan menaikkan suku bunga pada bulan Maret, namun berhati-hati tentang apa yang mungkin terjadi dalam menghadapi prospek inflasi yang tidak pasti dan pandemi yang sedang berlangsung.

Minyak Catatkan Penguatan Bulanan Terbesar Sejak Februari 2021

Harga minyak bergerak flat pada hari Selasa, karena ketegangan geopolitik dan pasokan global yang ketat mendukung pasar, bahkan ketika ada spekulasi bahwa OPEC+ mungkin meningkatkan pasokan lebih dari perkiraan. OPEC+ diperkirakan akan memutuskan pada pertemuan bulanan pada hari Rabu untuk terus meningkatkan produksi secara bertahap. Namun Goldman Sachs mengatakan ada kemungkinan reli pasar minyak akan mendorong peningkatan yang lebih cepat. Di hari Jumat, patokan minyak mentah mencapai harga tertinggi sejak Oktober 2014, dengan Brent menyentuh $91,70 dan WTI AS mencapai $88,84. Keduanya naik sekitar 17% pada Januari karena kekurangan pasokan, ketegangan politik di Timur Tengah dan antara Rusia dan Barat atas Ukraina. Namun, sumber mengatakan pertemuan panel teknis OPEC+ pada hari Selasa tidak membahas kenaikan lebih dari yang diharapkan 40.000 barel per hari dari Maret.

Wall Street Mampu Menguat di Tengah Perdagangan Yang Fluktuatif

Wall Street ditutup menguat pada hari Selasa, meski perdagangan cenderung fluktuatif. Prospek kenaikan suku bunga agresif dari The Fed masih kuat dan investor berusaha mencari posisi. Sentimen pasar lainnya adalah pandemi yang belum menemui titik terang dan tensi geopolitik di Eropa. Indeks Dow Jones naik 0,78%, S&P 500 naik 0,69% dan Nasdaq Composite bertambah 0,75%.

Fokus Hari Ini : Pidato Phillip Lowe, OPEC+ Meeting & ADP AS

Serangkaian data, serta event akan kembali mewarnai pergerakan pasar keuangan hari ini. Di Asia, ada pidato ketua RBA Phillip Lowe, yang kemungkinan akan memberikan gambaran mengenai arah kebijakan moneter RBA. Kemudian ada OPEC+ meeting, yang akan menentukan kuota produksi ke pasar. Di AS, ada data ADP bulan Desember, yang biasanya menjadi patokan untuk melihat data NFP AS Jumat mendatang.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *