Wall Street Melemah Setelah Data Jobless Claims AS

Dolar Melemah Setelah Imbal Hasil Obigasi AS Turun

Dolar Amerika Serikat (AS) merosot pada hari Kamis karena imbal hasil Treasury turun setelah pemerintah  AS melihat permintaan yang kuat untuk lelang obligasi 30 tahun, sementara euro naik setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan akan memangkas pembelian obligasi darurat di kuartal mendatang. Imbal hasil turun pada hari Kamis setelah Departemen Keuangan berhasil menjual kupon senilai $120 miliar yang dijadwalkan untuk minggu ini. Sementara itu, dalam rapatnya kemarin ECB masih tetap dalam nada dovish, namun, mengambil langkah kecil pertama untuk melepaskan bantuan darurat yang menopang ekonomi zona euro selama pandemi. Dalam dua kuartal terakhir, ECB telah membeli sekitar 80 miliar euro surat utang setiap bulan. tidak ada panduan numerik untuk tiga bulan ke depan, tetapi analis memperkirakan sebelum rapat bahwa pembelian akan turun menjadi antara 60 miliar dan 70 miliar euro pada bulan-bulan itu.

Loonie Menguat Berkat Pelemahan Dolar AS

Loonie menguat terhadap greenback hari Kamis karena pelemahan dolar AS dan setelah Gubernur BoC Tiff Macklem tidak memberikan petunjuk bahwa tapering lebih lanjut pada rapat bulan depan. Perekonomian Kanada bergerak lebih dekat ke titik di mana BoC tidak perlu lagi terus menambahkan stimulus ekonomi melalui program pelonggaran kuantitatif, tetapi itu belum ada, kata Macklem.

Emas Menguat, Ekspektasi Tapering Masih Menahan Harga

Emas menguat pada hari Kamis, didorong oleh pelemahan dolar AS, tetapi taruhan baru bahwa Federal Reserve AS dapat memulai tapering membatasi kenaikan, dengan Bank Sentral Eropa juga memperlambat pembelian obligasi. Emas spot naik 0,5% di $1.797,41. Emas cenderung naik ketika suku bunga rendah, dan beberapa investor juga melihat emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi ketika adanya kebijakan stimulus.

Minyak Jatuh Setelah Renca China, EIA

Harga minyak turun pada hari Kamis menyusul rencana China untuk melepaskan cadangan minyak negara untuk mengurangi tekanan pada penyulingan domestik. Harga juga turun setelah data yang menunjukkan cadangan minyak AS turun lebih kecil dari perkiraan. Harga minyak Brent turun 1,9% menjadi US$71,22 per barel dan WTI AS turun 2% menjadi US$ 67,87 per barel. Administrasi cadangan negara China mengatakan, akan melepaskan cadangan minyak mentah ke pasar secara bertahap melalui lelang publik untuk mengurangi tekanan biaya tinggi pada penyulingan domestik. Sementara itu, Energy Informatin Administration (EIA) AS mengatakan stok minyak mentah turun hanya 1,5 juta barel dalam seminggu hingga 3 September, jauh lebih kecil dari perkiraan analis 4,6 juta barel dalam jajak pendapat Reuters. Harga juga tertekan oleh EIA pada hari Rabu yang memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global 2021.

Wall Street Melemah Setelah Data Jobless Claims AS

Wall Street melemah hari Kamis setelah jobless claims AS turun ke level terendah hampir 18 bulan. Data tersebut menghilangkan kekhawatiran pemulihan ekonomi yang melambat, namun juga memicu kekhawatiran bahwa The Fed bisa mengurangi kebijakan akomodatifnya lebih cepat dari perkiraan. Dow Jones turun 0,43% ke 34.879,38, S&P 500 jatuh 0,46% di 4.493,28, dan Nasdaq turun 0,25% di 15.248,25.

Fokus Hari ini: CPI Jerman, PDB Jerman, Data Ketenagakerjaan Kanada & PPI AS

Serangkaian data ekonomi penting masih akan mewarnai pergerakan pasar keuangan di penghujung perdagangan minggu ini. Dari Eropa, Jerman akan merilis data inflasim di mana CPI diperkirakan stagnan di angka 0,0% (MoM) di bulan Agustus, sementara YoY diperkirakan naik menjadi 3,9%. Masih dari Eropa, Inggris akan merilis data PDB bulan Juli. Memasuki pasar AS, ada data ketenagakerjaan Kanada dan PPI AS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*