Wall Street Mengakhiri Reli Multi Sesi, Khatirkan Prospek Ekonomi

Wall Street

Fed’s Beige Book : Ketidak Percayaan Konsumen Meningkat Dengan Melemahnya Permintaan

Inflasi akan tetap tinggi, meskipun terjadi beberapa pelonggaran di sejumlah wilayah AS. Kenaikan harga input yang signifikan dilaporkan di berbagai industri, meskipun mulai terjadi beberapa penurunan dalam komoditas, bahan bakar, dan biaya pengiriman. Pertumbuhan harga jual beragam, dengan kenaikan yang lebih kuat dilaporkan oleh sejumlah negara bagian. Ada pen- guatan harga yang solid selama enam minggu terakhir. Ke depan, ekspektasi kenaikan harga secara umum masih moderat.

Wall Street Mengakhiri Reli Multi Sesi, Khatirkan Prospek Ekonomi

Wall Street turun, menandai akhir dari reli beberapa sesi terakhir. Penurunan akibat lonjakan yield Obligasi AS setelah data yang suram dan prospek perusahaan yang suram melemparkan air dingin pada Risk appetite di kalangan investor. Dalam paparan Procter & Gamble, Travelers Companies Inc, dan Baker Hughes Co, tersirat kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga bank sentral dapat mendorong ekonomi global mengalami kontraksi. Indek Dow Jones turun 99,99 poin, atau 0,33%, menjadi 30.423,81, S&P 500 turun 24,82 poin, atau 0,67%, ke 3.695,16 dan Nasdaq turun 91,89 poin, atau 0,85%, ke 10.680,51.

Inflasi Inggris Memanas, Poundsterling Turun Dan Dolar AS Rebound

Data menunjukkan inflasi Inggris mencapai 10,1% pada bulan September, lebih baik dari perkiraan sebesar 10%. Mendorong ke- naikan kembali Dolar AS dari posisi terendah dua minggu karena data yang lebih panas dari perkiraan telah memicu kekhawatiran resesi, menyeret turun sterling dan membantu mendukung greenback terhadap sekeranjang mata lainnya. Indeks dolar naik 0,7%, dimana euro turun 0,83% ke $0,977. Dolar juga menyentuh puncak 32 tahun terhadap yen, melayang mendekati level yang di- yakini beberapa pihak dapat memicu intervensi oleh Jepang. Yen Jepang melemah 0,40% versus greenback di 149,88 per dolar,

Poundsterling diperdagangkan di $1,122, turun 0,87%.

Meroketnya Yield Obligasi AS Membuat Harga Emas Longsor Kembali

Harga emas turun dibawah $1.630 melepaskan dukungannya. Penurunan tajam terjadi karena meroketnya yield Obligasi AS tenor 10 tahun yang berada di posisi tertinggi dalam 14 tahun di 4,14%. Harapan yang kuat akan kenaikan suku bunga sebesar 75 bps pada pertemuan FOMC yang akan datang menjadi alasan kenaikan yield saat ini. Tekanan inflasi global sendiri sejauh ini belum ada sinyal mereda sebagai respons terhadap tingkat kenaikan suku bunga oleh bank sentral. Baik Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of Englan akan mengumumkan kenaikan suku bunga yang lebih besar untuk mengurangi tekanan inflasi di minggu depan. Indek Dolar AS juga menguat ke 113,00 turut menekan harga emas.

Harga Minyak Naik Oleh Pasokan Yang Ketat

Harga minyak mentah naik lebih tinggi pada kondisi pasokan yang lebih ketat, bangkit kembali setelah mencapai posisi terendah dua minggu setelah rencana Presiden AS Joe Biden untuk melepaskan minyak dari cadangan strategis. Minyak mentah AS naik

3,30% menjadi menetap di $85,55 per barel, sementara Brent menetap di $92,41 per barel, naik 2,64% pada hari itu.

Fokus Pasar :

Data neraca perdagangan Jepang bulan September dilaporkan mengalami penurunan tingkat difisit dari 2820 Milyar Yen, menjadi 2094 Milyar Yen saja. Ini jauh lebih baik dari perkiraan. Sementara investasi Obligasi asing meningkat signifikan, dari minus 1698.2 milyar yen menjadi 389.9 milyar. Hasil ini sedikit memberikan kekuatan pada Yen Jepang ditengah tekanan USD/JPY ke 150.

Dolar Australia tergelincir setelah laporan angka lapangan kerja . Tingkat pengangguran September tidak berubah pada 3,5% ter- hadap perkiraan 3,5%. Perubahan keseluruhan dalam pekerjaan untuk bulan ini adalah 0,9 ribu bukannya 25 ribu yang diantisipasi. Pekerjaan penuh waktu meningkat 13,3 ribu, sementara 12,4 ribu pekerjaan paruh waktu hilang di bulan Agustus.

Klaim pengangguran AS diperkirakan akan mengalami kenaikan dari 1,368 juta menjadi 1,375 juta. Sementara klaim awal pengang- guran naik dari 228 ribu menjadi 230 ribu. Hasil yang sesuai ekspektasi atau bahkan lebih tinggi nilainya, akan menjadi sentimen negatif buat Dolar AS. Laju penguatan Dolar bisa terjeda kembali. Indek Manufaktur Philadelphia diperkirakan akan sedikit men- guat dari minus 9.9% menjadi minus 5 saja.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*