Wall Street Menguat di Jumat, Jatuh Dalam Sepekan

Wall Street

Dolar AS Reli Setelah Komentar Hawkish Pejabat The Fed

Dolar Amerika Serikat (AS) naik tipis pada hari Jumat dan berada di jalur kenaikan mingguan terbesarnya dalam lebih dari sebulan karena investor mengamati kenaikan imbal hasil obligasi dan terus bertaruh pada jalur kenaikan suku bunga Federal Reserve AS. Mata uang AS tersebut menguat atas euro dan yen, namun turun tipis terhadap sterling, yang mendapatkan kembali beberapa penurunannya setelah sesi yang bergejolak pada hari Kamis menyusul anggaran terbaru Inggris. Di AS pada hari Kamis, investor telah bereaksi terhadap komentar hawkish dari pejabat The Fed, dengan Presiden Fed St. Louis James Bullard mengatakan bahwa bahkan di bawah analisis kebijakan moneter yang dovish”, Fed perlu terus menaikkan suku bunga karena pengetatannya sejauh ini “hanya berefek terbatas pada inflasi yang diamati.” Baik euro dan sterling telah mencapai tertinggi multi-bulan terhadap dolar awal pekan lalu setelah data inflasi menunjukkan berkurangnya tekanan harga AS.

Loonie Melemah Karena Penurunan Harga Minyak, Divestasi Sekuritas Kanada

Loonie melemah terhadap greenback hari Jumat karena harga minyak jatuh dan data menunjukkan divestasi sekuritas terbesar Kanada oleh investor asing dalam hampir empat tahun. Investor asing melakukan jual bersih C$22,3 miliar ($16,7 miliar) sekuritas Kanada di bulan September, dipimpin oleh obligasi pemerintah federal, menyusul total pembelian C$26,2 miliar yang direvisi di bulan Agustus, menurut data Statistics Kanada. Ini merupakan divestasi terbesar sejak Desember 2018.

Emas Jatuh Karena Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga, Naik Dalam Sepekan

Harga emas jatuh pada hari Jumat dan menuju penurunan mingguan menyusul indikasi kenaikan suku bunga lebih lanjut dari pejabat Federal Reserve AS karena bank sentral berusaha untuk menurunkan inflasi. Emas spot turun 0,7% dan membukukan penurunan mingguan sekitar 1,3%, terbesar sejak pertengahan Oktober.

Minyak Melemah Karena Kekhawatiran Permintaan, Kenaikan Suku Bunga The Fed

Harga minyak melemah pada hari Jumat dan membukukan penurunan mingguan kedua karena  kekhawatiran tentang melemahnya permintaan di China dan kenaikan lebih lanjut suku bunga Federal Reserve. Baik Brent dan WTI AS menuju kerugian mingguan keduanya, dengan Brent berada di jalur untuk penurunan lebih dari 6% sementara WTI turun 8%. China, yang menurut sumber sedang berusaha memperlambat impor minyak mentah dari beberapa eksportir, telah mengalami peningkatan kasus Covid-19. Sementara harapan untuk moderasi kenaikan suku bunga AS yang agresif telah terhalang oleh pernyataan dari beberapa pejabat The Fed minggu ini. Kekhawatiran resesi telah mendominasi minggu ini bahkan dengan larangan Uni Eropa terhadap minyak mentah Rusia pada 5 Desember dan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, bersama-sama dikenal sebagai OPEC+, memperketat pasokan.

Wall Street Menguat di Jumat, Jatuh Dalam Sepekan

Wall Street menguat hari Jumat. Investor mengabaikan komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve tentang kenaikan suku bunga. Presiden Fed Boston Susan Collins mengatakan dengan sedikit bukti tekanan harga berkurang, The Fed mungkin perlu memberikan kenaikan suku bunga 75 basis poin lagi sebagai upaya mengendalikan inflasi. Dalam sepekan, S&P 500 turun 0,7%, Nasdaq melorot 1,6% dan Dow Jones flat.

Fokus Minggu Ini : FOMC & ECB Minutes, PMI Global, RBNZ & PBoC Meeting

Di AS, investor akan mengamati dengan seksama rilis risalah rapat FOMC, sentimen konsumen Universitas Michigan, pesanan barang tahan lama, dan penjualan rumah baru. Fokus lainnya adalah PMI global bulan November, ECB minutes dan data PDB Jerman. Beberapa Pejabat The Fed juga akan tampil, seperti Esther George dan James Bullard.Terakhir ada rapat regular dari bank sentral China dan Selandia Baru.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*