Wall Street Menguat di Tengah Nominasi Powell Untuk Ketua The Fed

Dolar AS Menguat Setelah Powell Kembali Menjadi Nominasi Ketua The Fed

Dolar Amerika Serikat (AS) kokoh pada level tertinggi 16 bulan atas euro pada hari Senin setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell kembali ditunjuk untuk masa jabatan empat tahun kedua oleh Presiden Joe Biden. Sementara Lael Brainard, anggota dewan Federal Reserve yang merupakan kandidat teratas lainnya untuk pekerjaan itu, akan menjadi wakil ketua, kata Gedung Putih. Analis melihat bahwa dengan Powell ditunjuk kembali untuk masa jabatan kedua, menunjukkan prospek kebijakan moneter yang kurang dovish daripada di bawah kepemimpinan Brainard. Indeks dolar naik 0,42% menjadi 96,53, tertinggi sejak Juli 2020. Sementara itu, euro merosot 0,58% menjadi $1,1233, juga terlemah sejak Juli 2020. Mata uang tunggal juga terseret anjlok karena kekhawatiran atas pembatasan COVID-19 baru di Eropa, dengan Austria memasuki penguncian penuh lainnya dan Jerman mempertimbangkan untuk mengikutinya.

Menguat Atas Euro, Pound Melemah Terhadap Dolar AS

Pound Inggris bertahan dekat level terkuatnya sejak awal 2020 terhadap euro, namun melemah atas dolar, yang reli setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell ditunjuk untuk masa jabatan empat tahun kedua. Sterling sempat menyentuh 83,80 pence per euro, tertinggi sejak Februari 2020 setelah mata uang tunggal itu terpukul oleh keputusan Austria yang memberlakukan kembali penguncian COVID-19 penuh.

Emas Jatuh Setelah Powell Kembali Ditunjuk Menjadi Ketua The Fed

Harga emas turun lebih dari 2% pada hari Senin karena dolar reli setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell kembali ditunjuk untuk masa jabatan kedua, mendorong ekspektasi bahwa bank sentral tetap berada di jalur pengurangan pembelian aset. Spot emas turun 2,1% menjadi $1,805,30. Analis melihat bahwa mungkin The Fed akan mempertahankan jalur kebijakan moneternya saat ini di bawah Powell.

Minyak Rebound Setelah OPEC+ Bisa Menyesuaikan Rencana Peningkatan Produksi

Minyak naik pada hari Senin di tengah laporan bahwa OPEC+ dapat menyesuaikan rencana untuk meningkatkan produksi minyak jika negara-negara konsumen besar melepaskan minyak mentah dari cadangan mereka atau jika pandemi virus corona mengurangi permintaan. Brent naik 1%, menjadi $79,70 per barel, sementara WTI AS juga naik 1%, menjadi $76,75. Kedua tolok ukur minyak tersebut sempat turun lebih dari $1 di awal perdagangan, mencapai level terendah sejak 1 Oktober. Pemerintah Jepang dan India sedang berencana untuk melepaskan cadangan minyak mentah nasional bersama-sama dengan Amerika Serikat dan ekonomi utama lainnya untuk meredam harga, menurut laporan kepada Reuters. Pengumuman itu bisa datang paling cepat Selasa, menurut sumber yang mengetahui diskusi tersebut, namun pejabat Gedung Putih dan departemen energi AS mengatakan tidak ada keputusan resmi tentang rilis yang dibuat.

Wall Street Menguat di Tengah Nominasi Powell Untuk Ketua The Fed

Wall Street menguat pada hari Senin di tengah berita penunjukkan Jerome Powell kembali menjadi ketua The Fed untuk masa jabatan empat tahun kedua. Indeks Dow Jones menguat 0,44% ke 35.758, S&P 500 naik 0,52% ke 4.722. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,55% ke 16.145. Nasdaq mencapai rekor tertinggi karena permintaan untuk saham teknologi raksasa seperti Amazon, Apple, dan Meta Platforms tetap tinggi.

Fokus Hari Ini: PMI Global

Hari ini ada data PMI global, baik dari sektor manufaktur maupun jasa. Data tersebut akan menunjukkan seberapa kuat kondisi ekonomi di negara-negara tersebut. Angka PMI masih menunjukkan ekspansi di berbagai negara, terutama di AS, dengan perkiraan PMI manufacturing berada di 59,0 dan PMI jasa berada  di angka 59,1. Solidnya data PMI tersbut bisa berdampak positif bagi aset berisiko.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*