Wall Street Naik, Saham Apple Memimpin Kenaikan

Kesaksian Powell Ditengah Perlambatan Ekonomi Global

Ketua Federal Reserve Jerome Powell bersaksi di depan Kongres, sehari setelah mengatakan Fed berkomitmen untuk memotong inflasi dengan segala cara, dan mengakui resesi “tentu saja mungkin.”

Data ekonomi terkini menunjukkan bahwa aktivitas pabrik di Jepang, Inggris, zona euro dan Amerika Serikat semuanya melemah pada bulan Juni, dimana produsen AS melaporkan penurunan langsung pertama dalam pesanan baru dalam dua tahun. Pertumbuhan manufaktur melambat di seluruh dunia sebagian karena pembatasan COVID-19 China dan invasi Rusia ke Ukraina telah mengganggu rantai pasokan dan menambah masalah inflasi.

Di Jerman pertumbuhan sektor manufaktur dan jasa Jerman melambat di bulan Juni. Dalam laporan terkini, disebutkan bahwa PMI Manufaktur Jerman di bulan Juni adalah sebesar 52, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 54. – menurun dari bulan Mei di angka 54.8. Sementara PMI Jasa di bulan yang sama turun ke angka 52,4 dari perkiraan sebesar 54,5 – lebih rendah dari bulan sebelumnya di angka 55. Hasil laporan ini menjadi sentiment negatif terhadap mata uang Euro. Pasangan EUR/USD tertekan ke angka 1.0500.

Wall Street Naik, Saham Apple Memimpin Kenaikan

Bursa saham naik saat imbal hasil Treasury AS jatuh ke posisi terendah dua minggu, sementara investor khawatir tentang kemungkinan perlambatan ekonomi global. Nasdaq memimpin kenaikan di Wall Street, dengan naik lebih dari 1,6%. Saham Apple Inc dan saham defensif memberi S&P 500 dorongan terbesar karena investor terus khawatir tentang potensi resesi. Investor telah menimbang risiko kenaikan suku bunga yang besar dan kuat yang membawa ekonomi ke dalam resesi. Indek Dow Jones naik 194,23 poin, atau 0,64%, ke 30.677,36, S&P 500 naik 35,84 poin, atau 0,95%, ke 3.795,73 dan Nasdaq naik 179,11 poin, atau 1,62%, ke 11.232,19.

Dolar AS Mendapatkan Momentum Kenaikannya Kembali, Harga Emas Turun

Harga Emas Turun, melepaskan kenaikan di awal perdagangan karena dolar AS kembali mendapatkan momentum kenaikannya setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menggandakan pengetatan kebijakan bank sentral yang bertujuan untuk menjinakkan inflasi. Harga Emas berjangka turun 0,5% ke $1,829,8. Powell mengatakan komitmen The Fed untuk membatasi inflasi adalah “tanpa syarat”, membuat indeks dolar (DXY) melanjutkan kenaikannya, meredupkan daya tarik emas. Pasar juga terbebani oleh ekspektasi bahwa perlambatan ekonomi secara keseluruhan juga dapat menghambat permintaan logam, meskipun “status safe haven emas membatasi penurunan”.

Fokus Pasar Hari Ini :

GfK melaporkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat Inggris terus tergerus. Setelah minus 40 di bulan lalu, kini lebih dalam menjadi minus 41. Hasil ini lebih buruk dari perkiraan awal yang meyakini tidak akan berubah. Menjelang pembukaan perdagangan sesi Eropa, juga akan dilaporkan angka penjualan ritel yang diperkirakan akan mengalami koreksi cukup tajam dari bulan Mei pada angka 1.4% menjadi minus 0.6%. Hasil yang sama atau bahkan lebih buruk, akan menjadi sentimen negatif bagi Poundsterling.

Phillip Lowe, Gubernur Bank Sentral Australia. Isyarat yang akan disampaikan Lowe akan memberikan sentimen pasar bagi perdagangan Aussie tentunya. Pasar juga akan menantikan pernyataan anggota FOMC James Bullard. Pasar meyakini bahwa Bullard sebagai anggota yang dikenal hawkish, diperkirakan akan mempertegas sikap FED soal rencana kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam memerangi inflasi. Hal ini akan memberikan sentimen positif bagi Dolar AS dan mengangkat potensi penguatan greenback atas mata uang lainnya. Dua anggota eksekutif Bank of England akan memberikan paparan kemudian, pasar akan mencerna sejauh mana BoE akan bersikap atas tingginya inflasi Inggris saat ini. (LH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*