Wall Street Terus Ukir Rekor, Meski Ada Tapering The Fed

Dolar AS Melemah Setelah Keputusan The Fed

Dolar AS melemah pada hari Rabu setelah The Fed mengatakan akan mulai mengurangi stimulus era pandemi, namun berpegang pada keyakinannya bahwa inflasi yang tinggi akan “sementara” dan kemungkinan tidak memerlukan kenaikan suku bunga yang cepat. The Fed mengumumkan pemangkasan bulanan $15 miliar dari $120 miliar dalam pembelian bulanan Treasuries dan sekuritas yang didukung hipotek, namun tidak banyak memberi sinyal kenaikan suku bunga. Sebagai langkah awal, pembelian aset dipangkas US$ 15 miliar menjadi US$ 105 miliar. The Fed memutuskan untuk mulai mengurangi besaran pembelian aset sebanyak US$ 10 miliar untuk obligasi pemerintah dan US$ 5 miliar untuk aset beragun kredit properti (mortgage-backed securities). Indeks dolar turun 0,045% pada 94,068.

Loonie Rebound dari Level Terendah Tiga Minggu

Dolar Kanada (loonie) menguat atas dolar AS pada hari Rabu karena investor menimbang kebijakan Federal Reserve untuk mengurangi program pembelian obligasi, dengan loonie pulih dari level terendah tiga minggu sebelumnya karena harga minyak jatuh. The Fed mengatakan akan memulai tapering bulan November dengan rencana untuk mengakhirinya pada tahun 2022, namun menyatakan bahwa inflasi yang tinggi hanya “sementara” dan tidak memerlukan kenaikan suku bunga yang cepat.

Emas Turun ke Level Terendah Sejak Pertengahan Oktober Pasca FOMC

Harga emas jatuh ke level terendah sejak pertengahan Oktober pada hari setelah The Fed mengumumkan langkah-langkah pengurangan stimulus era pandemi. Harga emas spot turun 0,9% pada US$1.770,61 per ons troi, setelah sempat mencapai level terendah sejak 13 Oktober di US$1.757,63. The Fed akan mulai memangkas pembelian obligasi bulanan pada November dengan rencana untuk mengakhirinya pada 2022.

Minyak Turun Setelah Data EIA

Minyak melemah hari Rabu setelah cadangan minyak mentah AS naik melebihi perkiraan. Minyak Brent turun 2,8%, menjadi US$82,33 per barel, sementara WTI AS jatuh 3,3% menjadi US$ 81,17 per barel. Data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak mentah naik 3,3 juta barel, lebih dari perkiraan kenaikan 1,9 juta barel, namun stok bensin turun ke level terendah sejak November 2017. Pasokan pasar minyak AS telah mengetat, dengan stok di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma pada level terendah dalam tiga tahun. Trader juga mengharapkan Federal Reserve AS akan bertindak untuk mengekang inflasi, yang dapat melemahkan beberapa pembelian spekulatif dalam aset berisiko termasuk minyak. Fokus pasar akan tertuju pada rapat OPEC+ hari Kamis yang diperkirakan akan mengkonfirmasi kembali rencana untuk menjaga kenaikan pasokan bulanan tetap stabil meskipun ada seruan untuk kenaikan.

Wall Street Terus Ukir Rekor, Meski Ada Tapering The Fed

Wall Street kembali cetak rekor hari Rabu, meski The Fed mengatakan akan mulai memangkas pembelian obligasi bulanan pada November dengan rencana untuk mengakhirinya pada 2022. Keputusan tersebut sudah diantisipasi Investor. indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,29% menjadi 36.157,58, S&P 500 mengiat 0,65% menjadi 4.660,57, dan Nasdaq Composite bertambah 1,04%, menjadi 15.811,58.

Fokus Hari Ini: BoE Meeting

Hari ini Bank of England (BoE) akan menggelar rapatnya, yang diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga di 0,1%. Namun, berbeda dengan rapat MPC BoE bulan September, pasar keuangan sekarang meyakini bahwa Suku Bunga Bank akan dinaikkan setidaknya sekali, jika tidak dua kali, sebelum akhir tahun. Konsensus pasar adalah kenaikan 15 basis poin menjadi 0,25 persen pada pengumuman minggu ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*