Wall Street Turun, Investor Tunggu FOMC Sambil Melakukan Risk Aversion

Barat Siaga Atas Agresi Rusia Ke Ukraina

Para pemimpin Barat meningkatkan persiapan untuk mengantisipasi setiap aksi militer Rusia di Ukraina. Moskow sebaliknya justru mengawasi 8.500 tentara AS yang disiagakan. Ketegangan tinggi setelah NATO mengatakan akan menempatkan pasukan, kapal dan jet tempur dalam keadaan siaga sebagai tanggapan atas penambahan pasukan Rusia di dekat perbatasannya dengan Ukraina. Ketegangan ini telah berdampak pada Euro dan bursa saham di Eropa, juga pada bursa komoditi energi.

Wall Street Turun, Investor Tunggu FOMC Sambil Melakukan Risk Aversion

Wall Street berakhir turun setelah melalui perdagangan yang penuh gejolak. Ketiga indeks saham utama AS mengalami pengulangan perdagangan sebelumnya, tidak dapat melepaskan penurunan tajam dan menghapus kenaikan moderat dengan kerugian baru. Indek Dow Jones turun 0,19%, S&P 500 turun 1,22% menjadi 4.356,45 dan Nasdaq turun 2,28%. Investor menunggu hasil pertemuan FOMC Fed, kemungkinan ada isyarat terkait waktu kenaikan suku bunga. Pada saat yang sama, meningkatnya ketegangan Ukraina – Rusia memperkuat sentiment risk aversion bagi investor.

Dolar AS Lanjutkan Kenaikan, Antisipasi Hasil FOMC

Indek Dolar AS mencapai level tertinggi dua minggu karena investor memburu mata uang safe haven sebagai bagian dari risk aversion. Indeks dolar AS, naik 0,06%. Euro jatuh ke level terendah satu bulan karena Rusia dan Barat atas Ukraina menarik minat investor ke dolar sebagai mata uang safe haven. Ini terjadi sehari sebelum FED diperkirakan akan mengungkapkan rincian tentang rencananya untuk memperketat kebijakan moneter mereka. Euro turun 0,23% ke $ 1,1297. Yen Jepang naik 0,01% ke 113,92 per dolar.

Sentimen Geopolitik Masih Kuat Mendorong Harga Emas Naik, Tertinggi 2 Bulan Ini

Harga Emas tertinggi lebih dalam 2 bulan ini karena kekhawatiran masalah geopolitik di Eropa Timur mendorong investor menuju aset safe haven dalam hal ini adalah emas batangan, menjelang pertemuan FOMC Fed yang dapat menawarkan petunjuk tentang rencana pengetatan kebijakan moneternya. Harga emas di bursa berjangka AS ditutup naik 0,6% pada $1,852,50. Emas menjadi tujuan pialang saat melakukan wait and see hingga pengumuman Fed besok. Investor menunggu isyarat tentang seberapa agresif The Fed untuk sisa tahun ini dan apakah ada lebih banyak kenaikan lagi dalam mengatasi inflasi.

Fundamental Kuat, Harga Minyak Naik Tak Terbendung

Harga minyak naik lebih dari 2% di tengah kekhawatiran masalah pasokan yang bisa menjadi ketat karena ketegangan Ukraina-Rusia, ancaman terhadap infrastruktur di Uni Emirat Arab dan perjuangan OPEC+ untuk mencapai target peningkatan produksi bulanan mereka. Harga minyak naik meskipun ada penurunan di bursa saham dan wacana kenaikan suku bunga Fed dalam pertemuan FOMC besok. Brent di bursa berjangka naik $1,93, atau 2,2%, menetap di $88,20 per barel, sementara WTI naik $2,29, atau 2,8%, di $85,60.

Fokus Perdagangan Hari Ini

Kalender ekonomi pada hari ini tidak banyak memberikan sentimen perdagangan. Namun demkikian, bagi pelaku pasar uang yang mentraksaksikan Loonie, tentu akan menjadi hari spesial. Ban of Canada hari ini akan mengumumkan hasil pertemuan mereka, termasuk mengenai kebijakan suku bunga. Sementara bagi pialang komoditi, data inventori minyak mentah AS akan menjadi pusat perhatian dimana sejauh ini masalah suplai adalah sentimen kuat bagi pergerakan harga minyak. waspadai hasil lelang surat hutang Jerman yang diperkirakan akan diumumkan hari ini. Hal ini bisa menjadi sentimen minor bagi pergerakan Euro. Sementara angka hunian baru di AS, apabila sesuai dengan ekspektasi, dengan kenaikan dari 744 ribu pada bulan sebelumnya, menjadi 759 ribu di bulan ini, akan mengkonfirmasi bagaimana kondisi ekonomi AS terus membaik. (LH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*